Bingung memilih bahan untuk membatik? Simak 10 jenis kain yang biasa digunakan untuk membatik berikut ini. Mulai dari Mori hingga Sutra, temukan pilihan terbaik agar hasil batik Anda maksimal!
Membatik bukan sekadar menggambar pola di atas kain. Salah satu rahasia terbesar mengapa batik tulis atau batik cap memiliki kualitas tinggi terletak pada pemilihan jenis kainnya. Banyak pemula yang gagal menghasilkan warna tajam atau lilin (malam) yang menempel sempurna hanya karena salah memilih bahan dasar.
baca juga Bahan Kain Ripstop
Sebagai warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO, proses membatik menuntut kita memahami karakteristik bahan. Tidak semua kain bisa “berjodoh” dengan lilin panas dan pewarna napthol atau indigosol.
Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas 10 jenis kain yang biasa digunakan untuk membatik, mulai dari yang paling standar hingga kelas premium, agar karya batik Anda memiliki nilai jual dan estetika yang tinggi.
Mengapa Memilih Kain yang Tepat Itu Penting?
Sebelum masuk ke daftar kain, Anda perlu paham prinsip dasarnya. Kain untuk membatik idealnya adalah yang memiliki serat alami. Mengapa?
- Daya Serap: Serat alami menyerap pewarna dengan sangat baik.
- Tahan Panas: Kain harus tahan terhadap panas lilin (malam) yang dicairkan. Kain sintetis seperti poliester cenderung meleleh atau mengerut jika terkena lilin panas.
Jenis Kain yang Biasa Digunakan untuk Membatik

Berikut adalah daftar rekomendasi kain terbaik untuk membatik:
1. Kain Mori
Jika Anda bertanya pada pengrajin batik di Yogyakarta atau Pekalongan, Kain Mori adalah jawaban nomor satu. Kain ini terbuat dari serat kapas (katun) dan berwarna putih polos. Mori sangat populer karena harganya variatif dan teksturnya yang sangat “mengikat” pewarna.
Kain Mori sendiri dibagi menjadi beberapa tingkatan kualitas (Grade):
- Mori Primissima: Ini adalah kasta tertinggi kain mori. Teksturnya sangat halus, seratnya padat, dan biasanya digunakan untuk batik tulis premium.
- Mori Prima: Kualitasnya sedikit di bawah Primissima, seratnya sedikit lebih kasar namun masih sangat layak untuk batik cap atau kombinasi.
- Mori Biru: Biasa digunakan untuk batik kasar atau latihan bagi pemula karena harganya yang lebih ekonomis.
2. Kain Katun (Cotton)
Selain mori, kain katun menjadi salah satu jenis kain yang biasa digunakan untuk membatik. Katun memiliki sifat yang adem, menyerap keringat, dan nyaman dipakai di iklim tropis Indonesia.
- Karakteristik: Mudah menyerap pewarna reaktif, kuat direndam air panas (untuk pelorodan lilin), dan tidak mudah kusut.
- Penggunaan: Sangat cocok untuk bahan kemeja batik seragam sekolah atau kantor.
Baca juga Harga Umbul Umbul Kain Per Meter
3. Kain Sutra

Ingin membuat batik dengan kesan mewah, elegan, dan mahal? Kain Sutra adalah pilihannya. Kain ini dibuat dari serat kepompong ulat sutra.
- Kelebihan: Memiliki kilau alami yang indah, sangat jatuh (flowy), dan lembut di kulit. Pewarnaan pada sutra biasanya menghasilkan warna yang sangat hidup dan tajam.
- Tantangan: Proses membatik di atas sutra memerlukan keahlian khusus karena kain ini licin dan lilin mudah merembes (mleber) jika suhu tidak dijaga dengan presisi.
4. Kain Shantung (Santung)
Pernah membeli daster batik atau kemeja pantai yang terasa dingin dan ringan? Kemungkinan besar itu terbuat dari Kain Shantung.
- Tekstur: Mirip dengan katun tetapi lebih tipis dan memiliki serat yang terlihat sedikit timbul (tidak rata).
- Kelebihan: Harganya relatif murah, sangat dingin saat dipakai, dan proses pewarnaannya cepat. Ini adalah bahan favorit untuk industri batik mass production.
Baca juga Jenis Sablon Yang Menyatu Dengan Kain
5. Kain Paris
Jangan terkecoh dengan namanya, kain ini sangat populer di Indonesia. Kain Paris memiliki tekstur yang tipis, ringan, dan menerawang.
- Penggunaan: Karena sifatnya yang tipis dan jatuh, kain Paris sering digunakan untuk bahan jilbab batik, syal, atau outer wanita.
- Tips: Karena tipis, hati-hati saat proses pengerokan lilin agar kain tidak sobek.
6. Kain Dobby
Kain Dobby adalah pilihan bagi Anda yang ingin memberikan tekstur unik pada hasil batik. Kain ini merupakan campuran katun dan poliester (terkadang katun penuh) yang memiliki motif serat timbul (biasanya kotak-kotak atau garis).
- Keunikan: Saat dibatik, motif timbul dari kain Dobby akan memberikan efek 3D yang menarik. Bagian yang timbul biasanya memantulkan cahaya berbeda dengan bagian dasar kain.
- Level: Sering digunakan untuk batik kualitas menengah ke atas (Batik butik).
Baca juga Jenis Kain untuk Seragam Yang Terbaik
7. Kain Rayon
Kain Rayon terbuat dari serat selulosa yang diregenerasi. Karakteristiknya mirip dengan katun tetapi memiliki daya kilap dan daya jatuh yang lebih baik.
- Kelebihan: Daya serap warnanya luar biasa tinggi. Warna batik pada kain rayon biasanya terlihat lebih “jreng” atau cerah dibandingkan pada kain mori biasa.
- Kekurangan: Kain ini mudah kusut dan menyusut setelah dicuci pertama kali.
8. Kain Voilisima (Voile)

Sering disebut kain Voile, kain ini juga salah satu jenis kain yang biasa digunakan untuk membatik. Kualitasnya hampir setara dengan Mori Primissima namun dengan sentuhan yang berbeda.
- Tekstur: Halus, lembut, dan anyamannya sangat rapat.
- Penggunaan: Sangat cocok untuk batik tulis halus yang membutuhkan detail canting yang rumit (isen-isen). Kain ini menjaga detail lilin tetap rapi dan tidak pecah.
9. Kain Grey (Blacu)
Kain Grey atau sering disebut Kain Blacu adalah kain mentah yang belum mengalami proses pemutihan (bleaching). Warnanya biasanya putih tulang atau kecokelatan kusam.
- Karakteristik: Kaku, tebal, dan seratnya kasar.
- Penggunaan: Jarang digunakan untuk pakaian (sandang). Biasanya kain blacu digunakan untuk membatik produk kerajinan seperti tote bag, taplak meja, sarung bantal, atau hiasan dinding, karena sifatnya yang kuat dan tahan lama.
10. Kain Serat Nanas

Ini adalah jenis kain eksotis dan ramah lingkungan. Dibuat dari serat daun nanas.
- Tekstur: Kasar, kaku, namun memiliki serat yang terlihat artistik dan mengkilap secara alami.
- Penggunaan: Digunakan untuk produk batik high-end atau eco-fashion. Karena seratnya yang unik, motif batik yang dihasilkan biasanya lebih sederhana agar tidak menutupi keindahan serat aslinya.
Tips Memilih Kain Sebelum Membatik
Agar tidak rugi waktu dan biaya, perhatikan 3 hal ini sebelum membeli kain:
- Cek Kandungan Serat: Lakukan uji bakar sedikit pada ujung benang. Jika abunya hancur seperti debu, itu serat alami (bagus untuk batik). Jika menggumpal keras seperti plastik, itu sintetis (hindari untuk batik).
- Sesuaikan dengan Teknik: Untuk batik tulis yang rumit, gunakan Mori Primissima atau Sutra. Untuk latihan cap, gunakan Mori Biru atau Rayon.
- Cuci Dahulu (Mordanting): Kain baru biasanya mengandung kanji dari pabrik. Wajib dicuci dan direbus sebentar (mordanting) agar pori-pori kain terbuka dan siap menerima pewarna.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Apakah kain Poliester atau Wolfis bisa dibatik?
A: Secara teknis bisa, tapi sangat sulit dan tidak disarankan. Lilin (malam) panas sulit menempel pada serat plastik/licin, dan pewarna batik standar biasanya tidak bisa masuk ke serat sintetis. Hasilnya warna akan pudar dan lilin mudah lepas.
Q: Kain apa yang paling bagus untuk pemula belajar membatik?
A: Kain Mori Biru atau Kain Katun Primisima. Harganya terjangkau, mudah didapat, dan lilin sangat mudah menempel sehingga mengurangi rasa frustrasi saat belajar menggunakan canting.
Q: Di mana bisa membeli kain khusus batik ini?
A: Anda bisa membelinya di toko tekstil besar di kota Anda, atau mencarinya di marketplace dengan kata kunci “Kain Mori Primissima” atau “Bahan Batik Putih”.
Kesimpulan
Memilih kain yang tepat adalah langkah awal kesuksesan karya batik Anda. Dengan memahami 10 jenis kain yang biasa digunakan untuk membatik di atas, Anda kini bisa menentukan bahan mana yang paling pas untuk proyek batik Anda selanjutnya.
Sudah siap berkarya? Bagikan pengalaman Anda memilih kain batik di kolom komentar, atau jika Anda butuh rekomendasi supplier kain batik terpercaya, silakan hubungi kami!
Terima kasih sudah berkunjung ke website dimudahin.com, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk temen-temen semua.


.png?w=350&resize=350,220&ssl=1)





.png?w=180&resize=180,130&ssl=1)



