Blog

Cara riset keyword untuk blog dengan metode yang simpel

3
×

Cara riset keyword untuk blog dengan metode yang simpel

Share this article
Cara riset keyword untuk blog dengan metode yang simpel: Langkah pertama
Cara riset keyword untuk blog dengan metode yang simpel: Langkah pertama

Jika kamu baru memulai menulis blog, satu hal yang paling sering bikin pusing adalah menemukan topik yang tepat. Tanpa kata kunci yang tepat, tulisanmu bisa tersesat di antara jutaan konten lain di internet. Tapi tenang, kamu tidak perlu jadi pakar SEO atau menghabiskan ratusan dolar untuk tools mahal. Di artikel ini, aku bakal bagikan cara riset keyword untuk blog dengan metode yang simpel yang bisa kamu terapkan langsung dari laptop atau HP.

Metode yang akan kita bahas tidak hanya mudah dipahami, tapi juga praktis untuk dijalankan setiap hari. Mulai dari mengecek tren di Google, pakai tools gratis, sampai memanfaatkan insight dari media sosial, semuanya akan diulas secara langkah demi langkah. Jadi, kalau kamu ingin blogmu lebih mudah ditemukan orang dan meningkatkan traffic, tetap simak sampai habis ya!

Cara riset keyword untuk blog dengan metode yang simpel: Langkah pertama

Cara riset keyword untuk blog dengan metode yang simpel: Langkah pertama
Cara riset keyword untuk blog dengan metode yang simpel: Langkah pertama

Langkah pertama dalam cara riset keyword untuk blog dengan metode yang simpel adalah menentukan niche atau topik utama blogmu. Misalnya, kamu menulis tentang fashion pria, kesehatan mental, atau teknologi AI. Dengan menentukan niche, kamu akan lebih fokus pada kata kunci yang relevan dan menghindari bersaing dengan situs-situs besar yang sudah lama berdiri.

1. Brainstorm ide topik dasar

Ambil secarik kertas atau buka dokumen Google Docs, lalu tuliskan semua ide yang terlintas di kepala. Jangan terlalu kritis pada tahap ini; biarkan alur pemikiran mengalir bebas. Contohnya, jika niche kamu adalah “blog”, kamu bisa menuliskan: “cara membuat blog untuk pemula”, “strategi konten blog”, atau “tips menulis artikel SEO”. Ide-ide ini akan menjadi bahan mentah untuk pencarian keyword selanjutnya.

2. Manfaatkan Google Autocomplete

Google Autocomplete adalah fitur yang muncul ketika kamu mulai mengetik di kotak pencarian Google. Ini memberi petunjuk apa yang sering dicari orang. Coba ketik “cara riset keyword untuk blog” dan lihat saran-saran yang muncul. Biasanya ada 5-10 saran yang bisa langsung kamu jadikan keyword potensial. Catat semua yang relevan.

3. Cek “People Also Ask” (PAA)

Setelah mencari di Google, gulir ke bawah sampai kamu menemukan kotak “People Also Ask”. Di sini, Google menampilkan pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan orang terkait topikmu. Misalnya, “Bagaimana cara menemukan keyword yang tepat untuk blog?” atau “Alat apa yang gratis untuk riset keyword?” Pertanyaan-pertanyaan ini bisa menjadi judul artikel atau sub‑topik yang menarik.

Tools gratis yang membantu cara riset keyword untuk blog dengan metode yang simpel

Kalau kamu berpikir harus bayar mahal untuk tools seperti Ahrefs atau SEMrush, jangan khawatir. Ada banyak alternatif gratis yang cukup kuat untuk pemula.

Google Keyword Planner

Alat ini memang ditujukan untuk iklan Google Ads, tapi kamu bisa menggunakannya secara gratis untuk riset keyword. Masukkan keyword utama kamu, misalnya “cara riset keyword untuk blog”, dan Google akan menampilkan volume pencarian serta saran keyword terkait. Pilih kata kunci dengan volume sedang (500‑5.000 pencarian per bulan) dan kompetisi rendah.

Ubersuggest

Ubersuggest menyediakan data volume pencarian, tingkat kesulitan SEO, serta ide konten. Gratisnya ada batas harian, jadi gunakan dengan bijak. Masukkan “cara riset keyword untuk blog” dan kamu akan mendapatkan ratusan variasi keyword, termasuk pertanyaan yang sering diajukan.

Answer The Public

Tool ini menampilkan pertanyaan-pertanyaan yang sering dicari orang dalam bentuk visual. Masukkan kata kunci utama, dan kamu akan melihat pertanyaan seperti “apa itu keyword research?” atau “bagaimana cara menemukan keyword long tail?”. Semua pertanyaan ini dapat menjadi judul artikel yang menarik.

Strategi simpel untuk menyaring keyword yang tepat

Setelah kamu mengumpulkan daftar kata kunci, saatnya menyaring mana yang paling cocok untuk blogmu. Berikut beberapa kriteria yang dapat kamu gunakan.

Volume pencarian vs. tingkat persaingan

Idealnya, pilih keyword dengan volume pencarian yang tidak terlalu tinggi (untuk menghindari kompetisi ketat) tapi tetap memiliki potensi traffic. Jika sebuah keyword memiliki volume 1.000 pencarian per bulan dan tingkat persaingan rendah, itu peluang bagus untuk blog baru.

Relevansi dengan niche

Pastikan keyword yang kamu pilih benar‑benar berhubungan dengan topik blogmu. Keyword “cara edit foto pakai AI di HP” memang menarik, tapi kalau blogmu tentang “strategi konten”, maka tidak relevan. Sebaliknya, keyword “cara riset keyword untuk blog” langsung nyambung dengan niche “blog”.

Potential long‑tail keyword

Keyword panjang (long‑tail) biasanya lebih spesifik dan memiliki persaingan lebih rendah. Contoh: “cara riset keyword untuk blog dengan metode yang simpel” atau “tips riset keyword gratis untuk blogger pemula”. Meskipun volume pencariannya lebih kecil, konversi atau pembaca yang datang biasanya lebih tertarget.

Mengoptimalkan artikel dengan keyword yang sudah dipilih

Setelah menemukan keyword yang pas, langkah selanjutnya adalah menuliskan konten yang mengoptimalkannya tanpa terkesan keyword stuffing. Berikut cara mudahnya.

Masukkan keyword di tempat strategis

  • Judul artikel (sudah kita lakukan).
  • URL slug: contoh‑slug‑cara‑riset‑keyword‑untuk‑blog‑metode‑simpel
  • Paragraf pertama (intro) dan akhir (penutup).
  • Heading

    dan

    paling minimal satu kali masing‑masing.

  • Meta description dan alt text gambar.

Tulis secara natural

Gunakan variasi sinonim dan LSI (Latent Semantic Indexing) keyword seperti “penelitian kata kunci”, “menemukan keyword”, atau “strategi keyword”. Ini membantu Google memahami konteks artikel tanpa harus mengulang kata kunci secara berlebihan.

Gunakan internal linking

Internal linking meningkatkan otoritas halaman dan membantu pembaca menavigasi situsmu. Misalnya, kamu bisa menautkan ke artikel Content Strategy Itu Apa, Pengertian, Manfaat, dan Contoh Sederhana untuk memberi gambaran lebih luas tentang bagaimana merencanakan konten setelah menemukan keyword. Atau, hubungkan dengan panduan Cara membuat blog untuk pemula, dari nol sampai online bagi yang masih bingung memulai blog.

Tips tambahan untuk mempercepat proses riset

Berikut beberapa trik simpel yang bisa kamu terapkan agar riset keyword menjadi lebih cepat dan efisien.

Gunakan ekstensi browser

Ekstensi seperti Keywords Everywhere atau MozBar menampilkan volume pencarian dan saran keyword langsung di hasil Google. Jadi kamu tidak perlu buka banyak tab.

Manfaatkan data dari media sosial

Platform seperti TikTok atau Instagram sering menampilkan tren kata kunci dalam caption atau hashtag. Kamu bisa cek Slang TikTok artinya apa? Daftar kata FYP paling hits untuk melihat istilah yang sedang naik daun, kemudian menggabungkannya dengan topik blogmu.

Batch riset satu hari dalam seminggu

Alih-alih riset setiap kali menulis, sisihkan satu hari dalam seminggu khusus untuk mengumpulkan dan menyaring keyword. Simpan semuanya di spreadsheet Google Sheet, lengkap dengan kolom volume, kesulitan, dan catatan relevansi. Dengan begitu, ketika kamu siap menulis, semua data sudah tersedia.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu sudah memiliki pondasi kuat untuk cara riset keyword untuk blog dengan metode yang simpel. Ingat, riset keyword bukan sekadar menemukan kata populer, melainkan menemukan kata yang tepat untuk audiensmu. Jadi, tetap fokus pada nilai yang kamu berikan, gunakan tools gratis dengan bijak, dan terus eksperimen. Selamat menulis, semoga blogmu semakin ramai pengunjung!